Kamis, 18 Juni 2009


Apa itu Hipnotis ???
 

<meta content='hipnotis, hypnosis, street hipnotis, rahasia hipnotis, hipnotis surabaya, hypnotherapy indonesia, hipnotis privat, hipnotis cepat, hypnotherapy indonesia, hipnotis indonesia, hypnosis, sex hipnotis, hypnosis, privat hipnotis, belajar hipnotis, cara hipnotis, extreme hipnotis surabaya' name='keywords'/>
Apakah arti dari kata hipnotis ?
Hipnotis adalah kata dalam bahasa Indonesia untuk “hypnosis” yang berasal dari kata hypnos, yaitu dewa tidur dalam legenda Yunani. Istilah “hypnosis” sendiri diperkenalkan oleh Dr. James Braid, salah satu peneliti fenomena hipnotis yang berasal dari Inggris di era abad ke-19.
Jadi arti hipnotis adalah “tidur” ?
Tidak selalu, tetapi sangat tergantung dari konteks pembicaraannya. Salah satu deskripsi populer mengenai hipnotis, adalah bahwa hipnotis merupakan salah satu “keadaan kesadaran” (state of consciousness) manusia.
Secara sederhana terdapat 3 keadaan kesadaran manusia, yaitu : “keadaan normal” (normal state), “keadaan hypnos” (hypnosis state), dan “keadaan tidur” (sleep state).
Apa perbedaan utama dari “keadaan normal” dan “keadaan hypnos” ?
Pada “keadaan normal” pikiran manusia cenderung bersifat kritis, yaitu analitis dan menilai. Pada “keadaan hypnos” pikiran manusia berkurang tingkat kritisnya, sehingga relatif lebih mudah untuk menerima saran (sugesti) atau informasi lainnya.
Di atas dikatakan bahwa pada saat di “keadaan hypnos” saran dan informasi akan relatif lebih mudah “masuk”. Masuk kemanakah saran dan informasi ini ?
Saran dan informasi ini masuk ke sebuah “tempat” yang dinamakan sub-conscious mind atau “pikiran bawah sadar”. Suatu perangkat kesadaran manusia yang pengaruhnya sangat besar terhadap suatu pengambilan keputusan atau tindakan.
Apa pula maksud dari kata “menghipnotis” ?
Menghipnotis dapat diartikan secara bebas sebagai kegiatan untuk membawa orang lain ke “keadaan hypnos”.
Apakah pula arti hypnotist ?
Hypnotist adalah seseorang yang memiliki keahlian untuk membawa orang lain ke “keadaan hypnos”. Dalam buku-buku hipnotisme Indonesia versi lama,hypnotist sering juga disebut sebagai “juru hipnotis”.
Dalam buku-buku lama sering ditemui istilah “suyet”, apakah artinya ?
Suyet artinya orang yang dihipnotis. Pada saat ini istilah tersebut sangat jarang dipergunakan. Sebagai penggantinya, saat ini lebih umum dipergunakan istilah “subyek” atau “klien” pada konteks terapi.
Kenapa dipergunakan istilah “subyek” ? Bukankah orang yang dihipnotis seharusnya adalah “obyek” dari peristiwa hipnotis ?
Pertanyaan yang sangat baik dan mendasar ! Sesungguhnya yang terjadi dalam setiap peristiwa hipnotis adalah fenomena self-hypnosis (menghipnotis diri sendiri) yang dipandu. Seseorang tidak dapat dipaksa memasuki “keadaan hypnos” jika ia memang tidak menginginkannya. Artinya, tugas seoranghypnotist hanyalah mempermudah orang lain untuk dapat memasuki “keadaan hypnos”, sehingga peran utama justru terletak pada pihak yang dihipnotis, oleh karena itu pihak yang dihipnotis justru disebut sebagai “subyek”.
Apakah yang dimaksud dengan hypnotherapy ? Dan apa pulahypnotherapist ?
Hypnotherapy adalah salah satu aplikasi hipnotis untuk menghasilkan efektherapeutic atau terapi, misalkan untuk penyembuhan phobia, traumatik, dan penyakit-penyakit psikosomatis.
Ahli yang dapat melakukan proses hipnotis untuk keperluan terapi disebut dengan istilah hypnotherapist.
Apakah yang dimaksud dengan stage hypnosis ?
Stage hypnosis artinya “hipnotis panggung”, yaitu suatu bentuk hipnotis yang diaplikasikan ke dunia hiburan. Stage hypnosis merupakan salah satu bentukentertainment yang sudah sangat dikenal luas di dunia barat, dan sudah menjadi suatu bentuk profesi tersendiri.
Orang yang ahli atau berprofesi sebagai penghipnotis panggung disebut dengan stage hypnotist.
Adakah contoh aktivitas sehari-hari yang merupakan fenomena hipnotis ?
Sangat banyak ! Pada dasarnya ketika seseorang mampu untuk menyampaikan suatu maksud kepada orang lain, atau dapat menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu, maka ini merupakan bentuk sederhana dari menghipnotis orang lain.
Apakah sesederhana itu ?
Ya ! Salah satu makna hipnotis adalah kemampuan untuk mengkondisikan orang lain sehingga mau mendengarkan apa yang kita katakan, dan selanjutnya meneruskan apa yang kita sampaikan ke dalam dirinya. Dengan kata lain informasi yang kita sampaikan akan memasuki sub-conscious mind dan selanjutnya memicu suatu tindakan atau pemikiran sesuai dengan yang kita inginkan.
Berarti para negosiator handal, politisi ulung, para motivator sebenarnya telah terbiasa melakukan hipnotis ?
Ya tepat sekali ! Dengan teknik yang mungkin tidak disadari, para pembicara ulung ini mampu membuat pendengarnya memasuki “keadaan hypnos”, sehingga selanjutnya informasi yang disampaikannya akan relatif lebih mudah diterima oleh sub-conscious mind pendengarnya.
Berarti orang tua yang mampu memberikan nasehat kepada anaknya dengan baik sebenarnya secara tidak sengaja sudah menerapkan pola hipnotis ?
Benar sekali ! Seringkali empati dan kasih sayang dapat membuat orang lain dengan mudah memasuki “keadaan hypnos”, sehingga selanjutnya informasi berupa misalnya nasehat akan lebih mudah masuk ke sub-conscious mind.
Berarti “keadaan hypnos” tidak selalu identik dengan “tertidur” seperti halnya yang lazim dipertunjukkan oleh para stage hypnotist di atas panggung ?
“Keadaan hypnos” memiliki rentang yang lebar. “Tidur” hanyalah salah satu bentuk dari “keadaan hypnos” yang sangat dalam, dalam hal ini disebut juga sebagai “tidur hipnotis”, atau tidur yang diakibatkan oleh proses hipnotis.
Pada aplikasi terapi, kondisi rileks atau “keadaan hypnos” ringan sudah cukup efektif untuk memasukkan sugesti atau saran yang diperlukan klien.
Apakah tidur yang diakibatkan oleh proses hipnotis sama dengan tidur secara alamiah ?
Berbeda ! Pada “tidur hipnotis” yang tertidur hanyalah conscious mind, sedangkan sub-conscious mind tetap dapat memberikan respon atas saran-saran yang diberikan hypnotist. Pada tidur alamiah, conscious mind dan sub-conscious mind “tertidur” semuanya, sehingga saran dari hypnotist tidak dapat diterima atau direspon oleh subyek.
Pada peristiwa “tidur alamiah” maupun “tidur hipnotis” yang sangat dalam (somnabulism), maka hal yang dirasakan subyek relatif sama, yaitu seperti halnya tidur normal.
Apakah ada suatu contoh dari “tidur hipnotis” dalam kehidupan sehari-hari ?
Fenomena “tidur sambil berjalan” atau mengigau merupakan contoh “tidur hipnotis” yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pelaku “tidur sambil berjalan” benar-benar dapat melakukan aktivitas normal, bahkan dapat membuka pintu dan menutupnya kembali. Pada umumnya pelaku “tidur sambil berjalan” benar-benar tidak menyadari apa yang telah dilakukannya, dengan kata lain yang dirasakan tetap tidur normal seperti biasa.
Jika “tidur sambil berjalan” umumnya dilakukan dengan mata tertutup, maka adakah suatu contoh nyata dari “tidur hipnotis” yang dilakukan dengan mata terbuka ?
Bagi mereka yang sering mengemudikan mobil di malam hari mungkin pernah mengalami “tertidur” beberapa saat sewaktu mengemudi, tetapi mobil tetap berjalan pada jalur yang benar bahkan terkadang berlangsung dalam situasi lalu-lintas yang padat.
Dalam kasus di atas yang terjadi adalah “tidur hipnotis”, dimana yang tertidur hanyalah conscious mind, sedangkan sub-conscious mind tetap terjaga, bahkan dalam kondisi mata yang tetap terbuka. Pada kondisi semacam ini aktivitas normal tetap dapat dilakukan, dalam hal ini menyetir mobil seperti halnya saat terjaga. Proses “tidur hipnotis” dalam mengemudi bahkan dapat berlangsung beberapa menit.
Pada kasus kecelakaan karena tertidur saat mengemudikan mobil menunjukkan hal yang terjadi adalah “tidur alamiah”, sehingga seluruh kesadaran benar-benar tidak dapat lagi merespon hal-hal yang diperlukan dalam mengemudi mobil.
Apakah hipnotis selalu identik dengan tangan yang melambai-lambai, ayunan pendulum, atau panduan relaksasi seperti halnya meditasi ?
Secara sederhana terdapat 2 bentuk dasar hipnotis, yaitu “hipnotis formal” dan “hipnotis informal”.
Aktivitas hipnotis yang digambarkan dengan : melambaikan tangan, mengayunkan pendulum, memandu relaksasi, merupakan bentuk dari hipnotis formal, atau direct hypnosis, terkadang disebut sebagai genuine hypnosis.
Pada umumnya pengertian “mempelajari hipnotis” secara awam, adalah mempelajari teknik hipnotis formal, walaupun di dunia hypnotherapy modern juga terdapat teknik hipnotis informal yang dipergunakan misalnya untuk menghadapi klien yang sangat kritis, teknik ini nantinya merupakan bagian dariericksonian hypnotherapy.
Lalu apa contoh dari hipnotis informal ?
Hipnotis informal, atau indirect hypnosis biasanya berupa pola komunikasi alamiah sehari-hari, tetapi dapat membuat seseorang untuk memasuki “keadaan hypnos” berulang-ulang diantara “keadaan normal”, biasanya “keadaan hypnos” yang terjadi kisarannya hanya beberapa detik akan tetapi dapat berlangsung berulang kali. Teknik hipnotis informal ini biasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun mungkin secara tidak disadari, misalkan oleh para penjual handal yang mampu menggerakkan calon pembeli, dari semula tidak tertarik, menjadi mempertimbangkan, dan akhirnya melakukan pembelian.
Pada saat ini hipnotis informal juga mulai dikembangkan di bidang-bidang non therapeutic, misalkan hypnosis for sellinghypnosis for parenting, dll.
By: Yan Nurindra

<meta content='hipnotis, hypnosis, street hipnotis, rahasia hipnotis, hipnotis surabaya, hypnotherapy indonesia, hipnotis privat, hipnotis cepat, hypnotherapy indonesia, hipnotis indonesia, hypnosis, sex hipnotis, hypnosis, privat hipnotis, belajar hipnotis, cara hipnotis, extreme hipnotis surabaya' name='keywords'/>


Seperti bidang ilmu lainnya, ilmu hipnotis terus ber-evolusi untuk mencapai kesempurnaannya dalam teori dan praktek. Hipnotis yang ada sekarang sudah sangat maju dibanding hipnotis 200 tahun yang lalu. Para tokoh yang menggunakan hipnotis mencoba merumuskan hipnotis secara ilmiah dan juga menemukan berbagai teknik baru yang efektif.
Kali ini kita akan mengulas sejarah hipnotis melalui peran para tokoh hipnotis yang terkenal dari masa ke masa.
Penggunaan hipnotis sudah ada sebelum sejarah itu sendiri tercatat. Tentu saja waktu itu hipnotis
belum dikenal dengan nama hipnotis. Hipnotis pada masa dulu dipraktekkan dalam ritual agama
maupun ritual penyembuhan.
Catatan sejarah tertua tentang hipnotis yang diketahui saat ini berasal dari Ebers Papyrus yang menjelaskan teori dan praktek pengobatan bangsa Mesir Kuno pada tahun 1552 SM. Dalam Ebers Papyrus diceritakan di sebuah kuil yang dinamai "Kuil Tidur", para pendeta mengobati pasiennya dengan cara menempelkan tangganya di kepala pasien sambil mengucapkan sugesti untuk penyembuhan.
Para pendeta penyembuh tersebut dipercaya memiliki kekuatan magis oleh masyarakat.
Seorang Raja Mesir yang bernama Pyrrhus, Kaisar Vespasian, Francis I dari Prancis dan para bangsawan Prancis lainnya sampai Charles X ternyata juga mempraktekkan cara pengobatan yang intinya memberi sugesti kepada pasien untuk sembuh.
Pada sebuah dinding kuil di India juga digambarkan suatu proses pengobatan pada saat pasien dalam kondisi trance yang dicapai melalui suatu tarian atau gerakan-gerakan monoton dalam acara ritual penyembuhan.
Pada sekitar tahun 1500 Paracelsus memperkenalkan suatu istilah Magnetisme, yaitu dengan magnet seseorang dapat disembuhkan penyakitnya, seperti halnya yang dia lakukan kepada pasien-pasiennya. 
Cara pengobatan inilah yang kemudian diadopsi oleh Mesmer.


Abad 18 adalah abad munculnya hipnotis modern. Diawali oleh kisah seseorang pendeta Katolik bernama Gassner yang tinggal di Klosters sebelah timur Switzerland. Gassner punya teori "seseorang sakit adalah karena kemasukan setan". Untuk mencapai kesembuhan, setan itu harus dikeluarkan dari tubuh. Berbeda dengan para penyembuh waktu dulu yang menutup diri dari tinjauan medis, Gassner mempersilakan para dokter untuk mengobservasi cara pengobatannya.

Gassner mengobati pasiennya secara bersamaan. Pasien duduk berjajar secara memanjang seperti barisan kursi gereja. Sebelum Gassner keluar untuk menemui pasien, seseorang asisten Gassner memberi semacam ceramah yang salah satu isinya adalah ketika Gassner menyentuhkan tongkat salibnya ke badan pasien, maka pasien akan langsung tersungkur di lantai dan tidak sadarkan diri.
Dan itulah yang benar-benar terjadi ketika Gassner menyentuhkan tongkat salibnya ke tubuh pasien satu per satu.
Pasien yang tidak sadarkan diri itu dianggap mati, dan ketika dibangunkan kembali, pasien dianggap lahir kembali dalam kondisi suci dan terbebas dari pengaruh setan. Dalam kondisi pasien tidak sadarkan diri, Gassner memberi sugesti bahwa setan telah diusir dari tubuh pasien. Pada tahun 1770-an, Mesmer termasuk salah satu dokter yang sering menyaksikan cara pengobatan Father Gassner.

Franz Anton Mesmer (1735-1815)

Mesmer lahir 23 Mei 1734, di Iznang, Lake Constance, Austria. Dia mendapatkan gelar Doctor pada
tahun 1766 dengan makalahnya yang berjudul De Planetarum Influx (Dalam Pengaruh Planetplanet).
Mesmer menyatakan bahwa dalam tubuh manusia terdapat cairan universal yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Cairan yang tidak mengalir dengan lancar karena tersumbat bisa menyebabkan manusia menjadi tidak sehat secara mental maupun fisik. Untuk itu Mesmer menggunakan magnet untuk melepaskan sumbatan aliran cairan tadi. Istilah ini dinamakan Animal Magnetism.

Metoda terapi yang dilakukan Mesmer adalah dengan mengisi penuh sebuah bak dengan air lalu diisi besi magnet. Pasien yang ingin diobati diminta memegang besi dalam bak air itu. Jikapasiennya lebih dari satu, mereka diminta memegang kabel yang menghubungkan satu sama lain dengan maksud agar energi magnet tersebut mengalir ke tiap tubuh pasien. Kemudian pada saat pengobatan, Mesmer melakukan sebuah drama penyembuhan yang menimbulkan efek sugesti yang kuat. Hal ini membuat pasien yang ada menjadi terhanyut dalam imajinasi drama tersebut. Ada juga pasien yang mengalami halusinasi sehingga seolah-olah melihat tangan Mesmer mengeluarkan asap atau energi. Pada sesi terakhir proses penyembuhannya, Mesmer menyentuh pasien sambil memberi sugesti bahwa pasien sudah disembuhkan.

Mesmer mengklaim bahwa dirinya memiliki energi magnetis, semacam kesaktian yang bisa menyembuhkan. Mesmer juga mengaku bisa mengalirkan energi magnetis ke dalam gelas. Sehingga orang yang minum dari gelas itu dapat sembuh dari penyakitnya. Hal ini membuat Mesmer menjadi sangat terkenal dan kaya, tetapi di sisi lain ia mendapatkan perlawanan dari kalangan medis karena teorinya dinilai tidak ilmiah.
Kondisi ini membuat Mesmer tidak betah di Wina dan kemudian pindah ke Prancis. Nasib Mesmer ketika di Prancis pun tidak jauh beda. Meskipun beberapa dokter mendukung dan masyarakat merasa tertolong dengan kehadiran Mesmer, sebagian besar dokter Prancis tidak senang dengan
Mesmer. Sebab itulah pada tahun 1781 Mesmer pindah ke Belgia.
Ternyata, kepergian Mesmer dari Prancis ke Belgia tidak membuat ajaran mesmerisme mati.
Mesmerisme makin berkembang pesat di Prancis dan membentuk sebuah organisasi yang khusus mempelajari Mesmerisme. Kemudian atas permintaan penganut mesmerisme di Prancis, Mesmer kembali lagi Ke Prancis.
Kedatangan Mesmer ke Prancis yang kedua kalinya ini juga mendapatkan perlawanan dari kalangan medis.  
Mereka meminta Raja Louis XVI untuk membentuk komisi khusus yang menyelidiki metode penyembuhan Mesmer. Hasil penyelidikan ini mendiskreditkan Mesmer. Akhirnya Mesmer Pindah ke sebuah desa kecil di Swis dan menghabiskan masa tuanya untuk mengobati orang-orang miskin.

Marquis de Puysegur (1751 – 1825)
Puysegur adalah seorang mantan Militer Prancis yang mendalami Mesmerisme. Dia menyatakan
perlunya eksperimen dalam pengembangan Mesmerisme. Puysegur memperkenalkan banyak
konsep baru bagi Mesmerisme, seperti somnambulisme artifisial, otomatisme motor, katalepsi,
anestesia, amnesia, perbedaan individual dalam sugestibilitas, serta halusinasi positif dan negatif.

John Elliotson (1791 -1868)

John Elliotson adalah profesor dari University Hospital di London, Inggris. Dia mengenal hipnotis dari Richard Chenevix, seorang murid dari Faria, dan mendalami hipnotis dari Baron de Potet.
Elliotson memulai eksperimen hipnotisnya di tahun 1837. Dia menemukan bahwa pasiennya bisa menjalani pembedahan tanpa merasa nyeri. 
Dia melakukan hipnotis kepada pasiennya kapanpun itu memungkinkan. Namun apa yang dilakukan Elliotson bertentangan dengan keyakinan para dokter senior waktu itu. Main stream saat itu mempercayai bahwa rasa sakit dibutuhkan dalam proses penyembuhan. Konsekuensinya Elliotson pun di-diskreditkan oleh banyak dokter. 
Tidak peduli dengan komentar orang lain, Elliotson terus maju memperkenalkan magnetisme kepada dokter-dokter muda yang diharapkan punya pemikiran baru. Dia mendapatkan banyak sekali pengikut dari dokter-dokter muda. Namun serangan dari kalangan dokter senior semakin kuat sampai pada titik Elliotson memutuskan untuk keluar dari Rumah Sakit dan Universitas, dan tidak pernah kembali lagi.
Elliotson memperjuangkan magnetisme agar diterima secara resmi oleh dunia medis selama 30 tahun. Dia juga menerbitkan sebuah jurnal bernama "Zoist" yang membuat James Esdaile tertarik.

James Esdaile (1808 - 1859)

Dia adalah dokter asal Skotlandia yang bertugas di sebuah rumah sakit di Calcutta, India. Esdaile mencatat rekor penggunaan Mesmerisme dalam pembedahan. Dilaporkan bahwa dia berhasil melakukan ribuan operasi kecil dan 300 operasi besar tanpa rasa sakit. Adanya Mesmerisme yang bisa menghilangkan rasa sakit ini sangat penting karena pada waktu itu belum ditemukan obat bius. 
Semua dokter waktu itu, apabila tidak menggunakan Mesmerisme, maka harus melakukan pembedahan dengan mengandalkan kecepatan tangan sambil mendengarkan jeritan sakit dari pasien.
Sejak jaman Mesmer tahun 1735 sampai periode James Esdaile tahun 1859, Hipnotisme (yang waktu itu masih dikenal sebagai mesmerisme) banyak mendapatkan pertentangan dari kalangan medis, karena mereka menganggap Mesmerisme tidak ilmiah dan mengandung unsur mistik.
Pada tahun 1846, nitrous oxide dan ether telah ditemukan dan sangat berhasil digunakan dalam pembedahan dan menjadi pilihan dunia kedokteran saat itu. Apa yang dilakukan oleh Esdaile dan Elliotson dianggap menyimpang dari praktik kedokteran yang berlaku saat itu.

James Braid (1795 - 1860)

Dokter dan penulis terkenal di Inggris, James Braid merupakan orang pertama yang mencoba menjelaskan fenomena mesmerisme dari sudut pandang ilmu psikologi. Ia adalah seorang ahli bedah dan seorang penulis yang produktif dan andal. Ia juga sangat dihormati oleh British Medical Association.
Pada tahun 1841, ia melakukan pemeriksaan medis pertama terhadap seorang subjek yang berada dalam kondisi trance mesmerisme. Setelah pemeriksaan pertama, ia memulai eksperimen pribadi dan melibatkan rekan kerja yang ia percaya. Dari hasil penelitian yang ia lakukan, akhirnya hipnotis dapat dijelaskan dalam kerangka ilmiah dan diterima sebagai suatu teknik pengobatan oleh dunia kedokteran Inggris.
Dalam penelitiannya, Braid menemukan bahwa memfokuskan pandangan mata (eye fixation) mengakibatkan suatu kondisi kelelahan, misalnya kelopak mata menjadi sangat lelah sehingga tidak bisa dibuka oleh subjek. Ia beranggapan, itu adalah kunci mesmerisme. Setelah melakukan lebih banyak eksperimen, Braid akhirnya mengembangkan teori tentang perhatian mata. Ia meminta subjek untuk menatap berbagai objek dari berbagai posisi, termasuk memandang matanya dan juga api lilin, dan berhasil membawa subjek masuk ke kondisi trance. James Braid disebut sebagai Bapak Hipnotis, karena dia yang memperkenalkan nama hipnotis atau hypnotism untuk menggantikan mesmerisme dan magnetisme.

Ambroise Auguste Liebeault (1823 – 1904)

Dokter Prancis yang baik hati yang mengabdi pada rakyat miskin, yang tidak pernah menuntut biaya pengobatan kepada pasiennya. Liebeault menyatakan bahwa yang membuat orang memasuki kondisi hipnotis adalah sugesti verbal (sugesti yang diucapkan). sugestibilitas dan kemampuan imajinasi klien dipandang sebagai kunci keberhasilan hipnoterapi.

Jean Martin Charcot (1825 – 1893)

Charcot adalah neurolog yang sangat terkenal di Prancis. Disamping nama besarnya dalam dunia medis, eksperimennya dalam bidang hipnotis tidak dilandasi oleh pengetahuan yang mendalam. Sehingga dia menyimpulkan bahwa hipnotis adalah kondisi tidak normal yang bisa melemahkan pikiran seseorang. Apa yang dikatakan Charcot tentang hipnotis telah membuat ilmu hipnotis mundur, sehingga hanya sedikit orang yang mempelajari hipnotis. Pendapat Charcot ini kemudian ditentang oleh Nancy School of Hypnosis.

Sigmund Freud (1856 – 1939)

Jasa terbesar Freud dalam bidang memahami pikiran manusia adalah menyusun teori yang sistematis tentang pikiran sadar, pikiran tak sadar, dan cara kerja pikiran. Dia juga menemukan teknik psikoterapi yang dinamakan psikoanalisa. Namun dalam bidang hipnotis, dia bukanlah tokoh yang ikut mengembangkannya, alih-alih menyebabkan kemunduran hipnotis. Sebagai tokoh yang disegani, pernyataannya yang negatif mengenai hipnotis telah membuat para pakar lain untuk berhenti atau tidak mau mempelajari hipnotis. 
Freud menghabiskan waktu 19 Minggu untuk belajar hipnotis dari Charcot. Namun dalam praktek hipnotis, Freud sering gagal menghipnotis orang normal karena dia kurang terampil menjalin rapport dengan klien yang. Karena kegagalannya itu, Freud membuat pernyataan bahwa hipnotis hanya berhasil untuk orang yang sakit mental dan mengklaim bahwa hipnotis memiliki efek samping yang membahayakan. Apa yang dikatakan Freud tersebut serupa dengan pendahulunya, Charcot.

Freud meninggalkan hipnotis, dan kemudian menciptakan psikoanalisa. Ada yang belum banyak diketahui orang mengenai hubungan Freud dan hipnotis. Meskipun Freud tidak menggunakan hipnotis dalam menerapi pasiennya, sebenarnya dia tetap mempelajari dan mengamati perkembangan hipnotis. Freud ternyata sangat tertarik dengan hipnotis.
Diceritakan oleh Gerald F. Kein dalam pelatihannya, bahwa beberapa bulan sebelum Freud meninggal, dia merekam pernyataannya tentang hipnotis. Ada audio tape dari Frued yang dibawakan oleh seorang keponakan Freud di acara konferensi tahunan hipnotis. Isinya kurang lebih: ”kami telah mempelajari hipnotis selama 39 tahun, dan kami masih belum mengenal seluruhnya tentang hipnotis. Jika kami menyadari dari dulu bahwa hipnotis adalah alat yang paling efektif dalam transformasi pikiran manusia, kami tidak akan mengembangkan psikoanalisis yang sekarang masih dianggap orang sangat berguna.....”

Milton Hyland Erickson (1901-1980)

Erickson dipandang sebagai Hipnoterapis dan psikoterapis yang paling kreatif sepanjang sejarah hipnotis. Kehebatan Erickson di dunia psikoterapi mungkin bisa disetarakan dengan Freud dalam menjelaskan perilaku manusia. Erickson menjalani hidup yang unik dengan keterbatasan yang ia alami, mulai dan buta warna, agak tuli, dan dyslexia. Ia juga menderita sakit polio sebanyak dua kali, yaitu pada usia 17 dan 51 tahun.
Erickson sangat berbeda pendapat dengan pendahulunya mengenai hipnotis. Dia menyatakan bahwa dalam suatu proses hipnotis, yang paling berperan adalah pikiran klien sendiri. Erickson juga menyatakan bahwa hipnotis adalah kondisi yang wajar dan tidak bisa digunakan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan dan normal yang dianut seseorang.

Erickson mengubah pola sugesti hipnotis dari yang bersifat direct (langsung memerintahkan subjek untuk melakukan sesuatu) menjadi indirect (tidak langsung dengan cara menggunakan cerita atau perumpamaan). Dia juga mengembangkan teknik-teknik sugesti serta pendekatan ideodinamik (pola interaktif) dalam proses terapi. Selama enam puluh tahun, M. Erickson rata-rata menghipnotis 14 orang per harinya! Dengan berbagai macam teknik yang dilakukan Erickson, prosentase orang yang dapat dihipnosis dalam suatu komunitas menjadi naik.
Orangnya sangat kocak, bahkan dengan non verbal pun dia dapat menghipnotis orang lain cukup hanya dengan bersalaman saja. Akibatnya banyak teman-teman dekat Erickson tidak mau bersalaman dengannya karena takut dihipnotis. Atas jasanya, maka hipnotis dapat diterima oleh Asosiasi Medis Amerika dan Asosiasi Psikiatris Amerika sebagai alat terapi sejak tahun 1958. 

Dave Elman (1900-1967)

Tokoh lain yang mengembangkan hipnotis adalah Dave Elman yang mengembangkan teknik induksi cepat yang sangat berguna untuk dokter dan dokter gigi. Karir Elman dalam hipnotis melonjak sejak pertunjukan hipnotisnya yang disaksikan banyak dokter. Sejak saat itu, banyak sekali dokter yang belajar hipnotis dari Dave Elman. Dave Elman terkenal dengan teknik induksinya yang diberi nama "Elman Induction" dan bukunya yang berjudul Hypnotherapy.

Ormond McGill (1913-2005)

Ormond Mc Gill yang spesialisasinya sebagai seorang Stage Hypnotist dan dijuluki sebagai The Dean of American Hypnotist. Bukunya yang berjudul The New Encyclopedia of Stage Hypnotism menjadi semacam "kitab suci" bagi setiap orang yang ingin mendalami hipnotis.
Setelah melalui proses sejarah yang panjang, dengan perjuangan para tokoh-tokoh yang mengembangkan dan memperkenalkannya kepada umum, sekarang hipnotis sudah diterima sepenuhnya sebagai alat terapi yang berguna dan aman. hipnotis telah diakui sebagai salah satu dari metode terapi yang sah oleh berbagai lembaga negara, diantaranya :
· British Medical Association pada tahun 1955,
· American Medical Association pada tahun 1958, dan
· American Psychological Association pada tahun 1960.
<meta content='hipnotis, hypnosis, street hipnotis, rahasia hipnotis, hipnotis surabaya, hypnotherapy indonesia, hipnotis privat, hipnotis cepat, hypnotherapy indonesia, hipnotis indonesia, hypnosis, sex hipnotis, hypnosis, privat hipnotis, belajar hipnotis, cara hipnotis, extreme hipnotis surabaya' name='keywords'/>
  By: Indra Majid
Judul:
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Dian Anugrah

Terimakasih atas kunjungan Anda beserta kesediaan Anda membaca artikel EXTREME HIPNOTIS. Kritik dan Saran Anda dapat sampaikan melalui Kotak komentar dibawah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SILAHKAN KOMENTAR