Friday, 10 October 2008

Cara menangani kesurupan


Cara Menangani Kesurupan

Kalo diperhadapkan ama orang-orang yang kesurupan, tindakan apa yang kita lakukan? Bingung...gugup....takut ato menghindar untuk lari? Salah satu tindakan yang harus dilakukan adalah, jangan memanggil dukun / orang yang dianggap pintar secara mistik. Mau tau kenapa?
Guys....kalo kita memanggil dukun, itu nggak bakal menyelesaikan masalah pada saat itu juga, karna situasi bakal semakin mencekam. Kita akan tersugesti dengan hal-hal gaib, sehingga, keadaan disekitar jadi nggak enak.
Bahkan hal tersebut bisa memacu ketakutan pada yang lain, so...bisa aja histeria ini menular ke orang lain. Inilah yang dianjurkan oleh para ahli psikologi. Ni...ada beberapa tips dari para pakar psikologi, gimana caranya menangani orang yang kesurupan.
1. Isolasi orang yang terkena kesurupan. Jangan dibiarkan terbuka untuk tontonan publik. Sebaiknya bawa ke suatu tempat yang tertutup, namun nyaman dan masih ada cahaya/ ventilasi udara, dan nggak bole dilihat banyak orang yang nggak berkepentingan.
2. Tenangkan suasana, jangan sampai ada yang berbuat gaduh. Biasanya, di situasi seperti ini, banyak orang-orang (yang tidak kesurupan) tapi mereka menjerit-jerit karna ketakutan. Sebaiknya, jagalah agar suasana tetap tenang dan nggak panik.
3. Tenangkan orang yang mengalami kesurupan tadi. Tapi jangan berusaha memegangi apalagi berteriak-teriak di telinganya agar dia sadar. Biarkan orang tersebut sesaat, sampai dia hampir kehilangan tenaga dan mulai agak tenang, baru bisa membisikkan suatu kata ato doa yang bisa lebih menenangkannya. Ingat! Jangan dibalas dengan teriakan.
4. Berdoalah dengan beberapa orang yang kamu anggap rohaninya lebih dewasa, sebelum melakukan pelepasan. Jangan lupa sebelum mendoakan, bentengilah dirimu dengan Darah Yesus. Setelah dirasa kuat, percayalah, imani bahwa Tuhan yang menaklukkan segala kuasa kegelapan. Setelah itu, tengking dalam nama Yesus! Kalo kamu merasa, kerohaniannya masih kurang, tetaplah berdoa, namun jangan melakukan prosesi kelepasan sendiri. Tapi panggilah pendeta atau orang yang dikaruniai pelayanan pelepasan.
5. Jika keadaan semakin nggak terkendali, jangan memanggil paranormal, atau dukun atau orang pintar. Tapi panggilah dokter untuk memberikan obat penenang. Agar kita bisa menciptakan susana yang tetap nyaman. Bayangin, kalo manggil dukun, kita bakal tersugesti dan kembali ketakutan. Suasana pun jadi mencekam, dan itu bisa membuat penularan-penularan ketakutan pada yang lain. Nah, saat seperti itu, mudah sekali ada dalam keadaan blank sesaat, ato gelombang alfateta kita mengalami gelombang rendah, dan bisa aja menular dan membuat kita mengalami keadaan trance juga.


Menurut Dr. Hendro Riyanto, Sp.KJ, MM, kesurupan ato yang secara medis disebut sebagai keadaan trance, harus diterapi secara medis, jangan di bawa ke dukun ato orang pintar. Karna itu nggak ada hubungannya sama sekali dengan hal-hal gaib.
Hal yang dilakukan oleh para medis ketika ada seseorang yang mengalami kesurupan ato trance adalah, memberikan obat-obat anti kecemasan yang sangat kuat, agar si korban merasakan relaksasi dan bisa tidur. Setelah itu, kita lakukan psikoterapi.
Sayangnya, orang-orang yang seperti ini tidak langsung di bawa ke rumah sakit. Karena masyarakat lebih percaya jika apa yang dialami mereka tuh kesurupan yang diakibatkan hal-hal mistis.
Gimana guys, siap kan, jika sewaktu-waktu menghadapi ada orang yang tiba-tiba kesurupan? Nah, lebih mantapnya lagi, biar kita nggak tersugesti dengan hal-hal yang mistik. Niii, baca pernyataan dari Dr Hendro, ahli jiwa mengenai kesurupan.


Cara mencegah kesurupan:

Yang paling tepat untuk mencegahnya;
1. Jangan biarkan diri Anda dalam keadaan kosong (melamun)
2. Hindari tempat-tempat yang bisa dikatakan angker.
3. Jangan mempunyai kebiasaan berbicara atau teriak-teriak sembarangan. Lihat tempat dan waktu ketika anda berbicara atau berteriak-teriak (ketawa keras/ngakak).
4. Jangan menantang alam (seperti gunung, laut, hutan dsb) atau roh halus. Jangan sesumbar.
5. Dekatkan selalu diri Anda kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.


Ini baru yang Ilmiah.....

Perlu diketahui mungkin saja seorang pasien dengan penyakit epilepsi atau penyakit ayan saat kambuh mengalami halusinasi melihat hantu, mendengar bisikan dan kemudian suaranya jadi berubah dan mirip dengan gejala kesurupan itu. Biasanya gejala tersebut terdapat pada pasien dengan epilepsy lobus temporalis, walaupun penyakit ini jarang. Serangan epilepsi pada anak sekolah akan seperti kesurupan. Gejala ini memancing teman sekelasnya yang lain --terutama perempuan yang mengalami banyak masalah dan kesulitan-- untuk ikut tertular gejala itu.

Dalam istilah kedokteran kesurupan disebut possession trans atau suatu kondisi trans pemilikan yaitu terdapatnya perubahan tunggal atau episodic keadaan kesadaran sesorang di mana dapat diketahui adanya pergantian identitas pribadi dengan idenditas baru. Contohnya orang tersebut merasa menjadi orang lain yang hidup ratusan tahun yang lalu atau menyebut dirinya mbah dll. Akibatnya, orang tersebut mempunyai perilaku yang asing dan aneh.

Tentu Anda sudah melihat di media elektronika bagaimana anak sekolah atau buruh perempuan yang kesurupan itu dengan gejala tatapan mata tajam, menakutkan, kosong dan lurus ke depan. Kemudian suaranya berubah, yang tadinya halus menjadi besar dan berat seperti suara laki-laki, padahal yang kesurupan adalah perempuan. Jika kita periksa, tekanan darahnya agak turun kecuali jika dia meronta-ronta. Suhu badannya agak turun dan terasa dingin.

Yang aneh adalah kekuatan fisiknya melebihi kekuatan yang biasa dipunyainya sehari-hari. Kadang-kadang dia bertindak kasar lari-lari dan melempar orang sekitarnya, berteriak dan bicara tidak karuan, ngalantur dan mungkin dapat berbicara bahasa asing yang dia tidak tahu sebelumnya atau disebut juga xenolalia. Beberapa lama kemudian, tanpa perlu dipegang keras atau dihimpit proses kesurupan akan mulai berhenti dan diikuti dengan gejala amnesia atau lupa semua atau sebagian kejadian yang menimpanya.

Pada saat itu akan terjadi rasa kelelahan yang amat sangat dan sakit pada seluruh badannya. Sakit badan itu sebetulnya adalah akibat orang-orang yang menolongnya menekan dan menutup jalan napasnya sebagai upaya mengusir makhluk halus keluar dari tubuhnya. Ini adalah suatu tindakan yang tidak betul.

Ditinjau dari sistem saraf, kesurupan adalah fenomena serangan terhadap sistem limbic yang sebagian besar mengatur emosi, tindakan dan perilaku. Sistem limbic sangat luas dan mencakup berbagai bagian di berbagai lobus otak. Dengan terganggunya emosi dan beratnya tekanan akibat kesulitan hidup, timbullah rangsangan yang akan memengaruhi sistem limbic. Akhirnya, terjadilah kekacauan dari zat pengantar rangsang saraf atau neurotransmitter. Zat penghantar rangsang saraf yang keluar mungkin norepinephrin atau juga serotonin yang menyebabkan perubahan perilaku atau sebaliknya.

Berdasarkan pengalaman saya, untuk mengetahui apakah seseorang kesurupan atau mengalami reaksi histeris, periksa saja kelopak matanya yang selalu ditutup itu. Coba buka kelopak matanya. Pasien yang mengalami reaksi histeris biasanya akan menahannya dengan kuat. Reaksi histeria massal memang gampang terjadi pada siswi-siswi terutama yang bermasalah. Kemungkinan yang kesurupan itu paling hanya satu atau dua orang, kemudian menjalar kepada siswi yang lain.

Histeria ini umumnya menimbulkan reaksi ketakutan. Mereka yang mentalnya tidak kuat dan dia sedang bermasalah, dia akan berteriak-teriak, dan tubuhnya mengalami kejang atau kaku. Hal ini dapat kita lihat jelas pada tangannya.

Perempuan memang relatif gampang terkena kesurupan dan histeria, karena selain faktor emosi yang lebih juga kemungkinan juga karena ada perbedaan hormonal dari dengan laki-laki.
[B]Nah sekarang tinggal agan-agan yang menilai siapa tau pernah menyaksikan orang kesurupan, tapi jangan sampai agan terserang kesurupan, caranya isi pikiran dengan hal positif, jangan piktor mulu...



0 KOMENTAR: